Kabarniaga.com. Sahabat niaga, kali ini kabarniaga akan menyuguhkan Peluang dan Ide Bisnis budidaya belut modal minim, untung besar.Dilansir dari kanal Youtub Agropedia. Budi daya belut dalam drum ini sangat menjanjikan. Usaha bisnis belut dimulai dari lingkungan sekitar rumah Anda sekarang sangatlah bisa, salah satunya budidaya belut dalam drum yang bisa menjadi pilihan untuk memulai agribisnis dengan mudah. Apakah teknisnya mudah? Sebelum memulai, tentu saja Anda harus memahami poin-poin dalam memulai ternak belut dalam drum yang menjadi solusi terbaik bagi Anda yang minim Lahan, Mini modal dan minim resiko. Wah tentu ini sangat cocok ya bagi kaum Urban yang ingin mencari peluang usaha di tengah kota.
Lalu bagaimana cara ternak belut dalam drum agar bisa mendapatkan hasil maksimal? sebelum masuk dalam teknis budidayanya Anda bisa melihat potensi bisnisnya berikut ini:
Salah satu prospek bisnis yang kini Bisa Anda coba yaitu ternak belut, komoditas yang satu ini memang dari segi harga lumayan bagus sebab untuk dunia kuliner belut menjadi salah satu masukan favorit yang tentunya sangat menggiurkan. Kenapa bisa begitu belut memiliki harga jual yang tinggi di atas Rp.50.000,-/Kg. Tentu bagi para peternak belut sangat menggiurkan. Tidak hanya menjadi olahan yang ditujukan untuk restoran cepat saji saja namun untuk olahan keripik atau dalam bentuk lainnya belut juga sangat nikmat. Hal inilah yang membuat bisnis ternak belut layak dicoba terlebih permintaannya juga cukup tinggi di pasaran, mempertimbangkan hal tersebut bagi anda sebagai pemula tentu harus memilih teknis yang tepat.
Nah untuk anda para pemula yang ingin memulai ternak belut Mini modal Anda bisa memulai bisnis ternak belut secara tepat dan teknisnya mudah berikut penjelasannya:
Budidaya Belut Dalam Drum, Modal Minim Untung Besar
1. Menyiapkan Drum
Tahapan menyiapkan drum yang digunakan sebagai wadah budidaya belut:
- Membersihkan seluruh bagian drum baik itu yang ada di bagian dalam atau bagian luarnya.
- Lubangi salah satu sisi drum dengan bentuk memanjang.
- Letakkan drum di permukaan tanah yang datar dan berikan pengganjal di bagian kanan dan kiri sehingga drum sulit menggelinding.
- Buat saluran pembuangan dengan memanfaatkan bagian bawah drum.
- Buat pula atap agar belut tidak terkena sinar matahari langsung.
2. Menyiapkan Media Tumbuh
Untuk tempat hidup belut media tumbuh adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya belut. Dalam hal budidaya belut media tumbuh biasanya terdiri dari lumpur kering, pupuk kompos, pupuk TSP dan starter mikroorganisme itu juga syarat bagi Anda yang ingin budidaya belut dengan lumpur, tentunya media tumbuh tersebut harus dibuat dengan takaran yang tepat. Media tumbuh yang anda buat itu akan ditempatkan di bagian dasar kolam drum. Langkah-langkah membuat media tumbuh bisa anda Simak Berikut ini:
- Lapisi bagian dasar drum dengan jerami yang tebalnya sekitar 50 cm, siram masing-masing drum dengan 1 liter starter mikroorganisme. Anda bisa menggunakan starter mikroorganisme jenis EM4 starter.
- Tambahkan tanah humus atau pupuk kompos dengan ketebalan sekitar 7 cm taburkan 5 kg campuran lumpur kering dan pupuk TSP. Isi drum dengan air bersih dengan ketinggian sekitar 17 cm
- Tutup rapat drum tunggu hingga terjadi proses fermentasi biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. 1 hal yang perlu Anda ingat bahwa sebelum proses fermentasi terjadi Jangan pernah anda memasukkan belut ke dalam drum.
3. Memilih Bibit Belut Kualitas Bagus
Faktor lain yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya belut di dalam drum adalah bibit belut yang akan dibudidayakan. Anda wajib memilih bibit belut yang bagus kualitasnya jika ingin mendapat hasil budidaya belut yang layak dijual dengan harga tinggi.
Ada dua ciri utama belut berkualitas, yaitu yang gerakannya lincah serta berukuran seragam antara 10 hingga 12 cm. Memilih bibit belut yang ukurannya seragam bertujuan meminimalisir resiko belut tidak saling memakan belut yang ukurannya lebih kecil, biasanya menjadi incaran belut-belut besar.Bibit belut bisa anda dapatkan di Marketplace.
4. Pemberian Pakan
Sama seperti budidaya ikan pada umumnya, cara budidaya belut di dalam drum juga tidak bisa dipisahkan dari yang namanya pemberian pakan. Keberhasilan budidaya belut juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan, pakan yang bergizi tentunya akan membuat pertumbuhan belut semakin optimal. Jumlah pemberian pakan belut perlu disesuaikan dengan bobot belut, Pakan belut kecil biasanya terdiri dari cacing, kutu air, Larva ikan, hingga kecebong dengan takaran sekitar 1 kg. Pakan belut dewasa biasanya terdiri dari katak, Belatuk bekicot dan juga ikan dengan takaran sekitar 1,5 hingga 2 kg. Waktu pemberian pakan harus dilakukan secara rutin 3 hari sekali di sore hari .
5. Masa Panen
Cara budidaya belut di dalam drum mulai dari memasukkan belut ke dalam drum hingga masa panen, biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan. Memanen belut yang dibudidayakan di dalam drum bisa dilakukan dengan panen sebagian atau panen total. Panen sebagian adalah panen yang membuat anda hanya mengambil belut berukuran besar saja, yang ukurannya masih kecil dibiarkan dalam drum agar bisa dipanen di periode berikutnya.
Panen total berarti anda memanen semua belut yang ada di dalam drum baik yang kecil ataupun yang besar. Belut biasanya dipasarkan dengan harga sekitar Rp.30.000,- hingga Rp50.000,- /kg. Belut konsumsi biasanya dijual dengan harga yang lebih murah tergantung dari ukuran belut itu sendiri.
6. Pemasaran
Cara pemasaran belut adalah dengan cara langsung dijual ke tengkulak dalam jumlah besar atau Anda juga bisa mencari Pelanggan dari pedagang-pedagang kecil di pasar, namun dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Jika Anda punya banyak pelanggan maka cara kedua adalah yang lebih banyak mendatangkan keuntungan.
Modal yang Dibutuhkan untuk Budidaya Belut
Setelah mengetahui tahapan budidaya belut, Anda pun harus memperkirakan maupun merencanakan perhitungan modal usaha budidaya ini. Jika Anda sudah siap dengan segala hal dalam proses budidaya belut, simak perhitungannya jika menggunakan media drum berikut ini.
- Pembibitan Belut = Rp 30.000 per Kg x 5 Kg = Rp1.500.000
- Makanan Belut = Rp. 300.000 x 4 minggu = Rp1.200.000
- Bahan tambahan seperti jerami dan lainnya sekitar = Rp350.0000
- Biaya membeli drum = Rp. 500.000
- Transportasi = Rp200.000
- Biaya tak terduga atau biaya tambahan = Rp100.000
- Total biaya modal usaha ternak belut ialah Rp 3,850,000
Setelah mengetahui modal yang harus dipersiapkan dalam proses budidaya belut, Anda pun bisa mengetahui peluang keuntungan yang bisa diperoleh di lapangan. Adapun, potensi keuntungan budidaya belut melalui penggunaan drum dapat dideskripsikan sebagai berikut.
- Bibit belut = 5 kg = 5000 gr, asumsinya ukuran bibit belut ialah 2 gr, berarti ada 2500 ekor belut.
- Belut yang siap dipanen 1 Kg belut = 8 ekor, jika 2500 ekor berarti 313 kg belut.
- Penghasilan = Rp40.000 x 313 Kg = Rp12.520.000
- Keuntungan = Rp12.520.000 – Rp3,850,000 = Rp 8,670,000
Selain menjual dalam satuan kilogram, Anda pun bisa memotongnya terlebih dahulu dan dijual dalam bentuk paketan. Penggunaan paket untuk daging belut bertujuan untuk memudahkan proses konsumsi belut sebagai makanan yang lezat.Umumnya, belut unagi dalam kondisi beku bisa Anda jual dengan harga Rp100 ribuan per 100 gram.
Demikian penjelasan terkait Bagaimana cara melakukan budidaya belut dalam drum yang menghasilkan, terutama bagi pemula di Indonesia perkembangan budidaya belut masih belum banyak dilakukan, walaupun permintaan pasar ekspor dan domestik yang besar. Semoga bermanfaat.











