Nama Replika Sukamulya tengah menjadi sorotan publik setelah aksinya berhasil mengumpulkan dan menyalurkan zakat mal senilai hampir Rp 3 miliar setiap tahunnya. Dana tersebut berasal dari para pengusaha baja sukses asal Ciamis yang merantau dan menetap di berbagai kota besar, namun tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halaman.
Organisasi kepemudaan yang berdiri sejak 1992 ini bukan sekadar komunitas biasa, melainkan wadah yang mempersatukan para pemuda dan tokoh masyarakat untuk bergerak bersama dalam kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya. Di bawah koordinasi yang solid, Replika Sukamulya mampu menjadikan zakat sebagai instrumen nyata untuk membantu masyarakat, mulai dari santunan anak yatim, bantuan dhuafa, hingga kegiatan keagamaan berskala besar di Desa Sukamulya.
Keberhasilan Replika ini menjadi bukti bahwa jika semangat gotong royong dan kepedulian sosial dipadukan dengan manajemen yang baik, maka hasilnya bisa membawa perubahan signifikan bagi kemajuan desa.
Sejarah Berdirinya
Replika Sukamulya adalah organisasi kepemudaan yang lahir dari semangat dan idealisme anak muda Desa Sukamulya. Organisasi ini pertama kali diinisiasi pada tahun 1992 sebagai bentuk perlawanan terhadap keterbatasan ruang gerak organisasi kepemudaan yang saat itu hanya terwadahi oleh Karang Taruna di bawah regulasi pemerintah.
Berangkat dari keinginan untuk membentuk organisasi yang mandiri dan bebas dari intervensi pihak luar, para pemuda dari Dusun Cikacang (termasuk Blok Budur, Manggah, dan Cinyurup) berkumpul di SDN 1 Cikacang. Kongres ini dihadiri oleh sekitar 200 pemuda dan pemudi.

Inisiatornya adalah Wawan (Owner Juara Baja Bandung) bersama Budi Pidin, Otong Abas, dan Tatang Muhyi, dengan dukungan Rurah Dayat (Kepala Dusun Cikacang) dan Kepala Desa Bapak Oleh.
Dalam kongres tersebut, disepakati nama Replika, singkatan dari Remaja Peduli Kampung Halaman. Kata Replika secara harfiah juga bermakna regenerasi atau pengulangan, yang diharapkan dapat menjadi simbol saling memberi contoh dan menularkan kesuksesan antaranggota.
Namun, seiring berjalannya waktu, karena kesibukan para kader dengan urusan masing-masing, aktivitas Replika sempat terhenti.
Masa Kebangkitan
Kebangkitan Replika dimulai pada akhir tahun 2019. A. Heryadi (Owner MCN Group) saat itu masih menjadi karyawan Mega Group Indonesia (MGI) atau lebih dikenal Mega Baja, dipanggil oleh H. Maman (Owner MGI) di kediamannya di Jatibening, Bekasi.
Dalam pertemuan tersebut, H. Maman meminta A. Heryadi mengumpulkan pemuda asal Desa Sukamulya yang berada di Bekasi untuk membentuk panitia pembagian zakat mal. Pesannya jelas:
“Kumpulkan pemuda Sukamulya yang ada di Bekasi, bentuk panitia pembagian zakat mal saya di kampung. Tapi kamu jangan minta jatah amil, karena kamu saya gaji.”
Pemuda-pemuda tersebut kemudian berkumpul di kediaman H. Maman. Saat pengemasan amplop zakat, A. Heryadi mengusulkan agar amplop diberi identitas khusus. Budi Sultika lalu mengingatkan tentang nama Replika yang pernah ada di Sukamulya, dan disepakati nama tersebut kembali digunakan.
Filosofi Logo

Logo Replika memiliki makna yang dalam:
- Akronim: Remaja Peduli Kampung Halaman.
- Makna Replika: Duplikat atau miniatur yang melambangkan regenerasi positif.
- Makna Kemerdekaan: Mewakili kemerdekaan jiwa dan kepedulian sosial, di mana masyarakat saling membantu, orang kaya mendukung yang kurang mampu, dan ulama fokus pada dakwah.
- Simbol Pemuda Memegang Bola Dunia: Melambangkan kepedulian terhadap lingkungan.
- Warna Kuning: Simbol kesejahteraan.
- Obor Api: Menggambarkan semangat pemuda, terinspirasi dari Monas sebagai simbol keterkaitan pemuda Sukamulya dengan Ibu Kota.
Kegiatan Awal Kebangkitan
Kegiatan pertama Replika setelah bangkit adalah menyalurkan zakat mal dari H. Maman. Kesuksesan kegiatan ini menarik minat pengusaha asal Sukamulya lainnya untuk ikut menyalurkan zakat melalui Replika.
Keberhasilan tersebut dilanjutkan dengan sponsor kegiatan 10 Muharram di Desa Sukamulya, yang pada 2025 memasuki usia ke-78 tahun. Pada masa itu, acara diisi oleh:
- Penceramah: Dalang Asep Sunandar Sunarya.
- Hiburan Siang: Grup Qosidah modern Al-Manar dari Tasikmalaya.
Sejak saat itu, nama Replika kembali dikenal luas.
Struktur Pengurus Pertama Masa Kebangkitan
- Penasihat: H. Maman ( MGI )
- Ketua: Asep Dodi (Mega Pratama Bambu Apus Jakarta)
- Sekretaris: Aceng Heryadi (MCN Group)
- Bendahara: Diat Hidayat (Mega Pratama Kaliabang Bekasi)
Untuk selanjutnya kepengurusan Replika Sukamulya diganti per 2 tahun sekali dengan cara pemilihan langsung oleh anggota dan ketua yang terpilih dipanggil dengan sebutan Presiden Replika, sedangkan untuk pengurusnya diberi nama Kabinet Replika.
Struktur Pengurus Replika Saat ini:
- Penasihat: H. Daud Sulaeman ( Fitrah Baja )
- Presiden Replika: H. Abun Bunyamin ( PT. ABN )
- Sekjen: Aceng Heryadi ( MCN Group )
- Menteri Keuangan: H. Nana ( Central Baja )
Kegiatan Rutin
Wujud nyata kepedulian Replika Sukamulya pada kampung halamannya adalah dengan diadakannya program bulanan dan tahunan. Program Bulanan, Replika memberikan beasiswa dan membiayai sepenuhnya para santri yatim dan piatu di desa sukamulya, mengucurkan dana untuk permodalan bagi warga yang membutuhkan pemodalan melalui BMT. Selain itu Replika juga membiayai kebutuhan pemuka agama di desa dengan harapan para pemuka agama bisa selalu fokus untuk mendidik warga desa sukamulya di bidang keagamaan. Kegiatan bulanan tersebut diselenggarakan di Desa Sukamulya sendiri, sedangkan bagi para perantau, pada setiap bulan diadakan pengajian bulanan yang bertempat di Rest Area Taman Sari yang merupakan base campnya Replika Sukamulya di Bekasi.
Untuk program tahunan, Replika memiliki program diantaranya:
- Pengumpulan dan penyaluran zakat mal. Setiap tahun Replika Sukamulya mengkoordinir terkumpulnya zakat mal dari para anggotanya yang kebanyakan pengusaha baja. Dari sekitar 30 orang anggota yang menjadi mustahik, bisa terkumpul dana zakat sekitar 2 Milyar lebih. Uang zakat ini disalurkan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan asnafnya.
- Acara Khitanan Massal 10 Muharram. Kegiatan rutin tahunan ini untuk menyambut lebaranya anak yatim, selain memberikan santunan bagi anak yatim dan piatu, acara diisi dengan khitanan massal, pesta rakyat, tausyiah agama hiburan.
Selain kegiatan sosial di atas, masih banyak lagi program Replika diantaranya pembangunan jalan bahkan pembangunan renovasi sarana ibadah dan sarana pendidikan.

Visi
Menjadi organisasi kepemudaan yang berperan aktif memajukan kampung halaman melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
Misi
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan, pendanaan, dan akses pasar. - Pendidikan dan Pengembangan SDM
Memberikan pelatihan keterampilan, mentoring, dan program pendidikan bagi generasi muda. - Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Menjaga nilai budaya lokal dan kelestarian lingkungan. - Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
Membangun jaringan kerja sama dengan pemerintah, organisasi lokal, dan masyarakat. - Inovasi dan Teknologi
Menggunakan teknologi untuk memajukan perekonomian dan memecahkan masalah lokal. - Kepedulian Sosial
Menggalang bantuan dan solusi untuk kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.











