Ciamis, Jawa Barat — Semarak budaya dan kreativitas masyarakat kembali mewarnai peringatan hari jadi Kabupaten Ciamis ke‑383 melalui perhelatan Galuh Ethnic Carnival (GEC) 2025. Digelar pada Rabu, 11 Juni 2025, acara ini menampilkan tidak kurang dari 31 kelompok kesenian tradisional dari berbagai wilayah, baik lokal Ciamis maupun luar daerah.
Acara ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, serta didukung oleh berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, dan institusi pendidikan.
Arak-Arakan Budaya Penuh Warna
Rangkaian acara dimulai dari halaman Kantor Dinas Budpora Ciamis. Ribuan warga memadati sepanjang rute yang dilalui para peserta, mulai dari Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri, Pasar Subuh, Stadion Galuh, hingga berakhir di Pendopo Bupati Ciamis.
Masing-masing kelompok menampilkan ciri khas kesenian mereka, mulai dari tarian tradisional, kostum etnik, musik daerah, hingga atraksi teatrikal budaya. Tak ketinggalan, maskot budaya lokal seperti Ciung Wanara, Munding Ki Bowang, dan Wayang Landung turut hadir memeriahkan suasana.
Kolaborasi Kesenian dari Dalam dan Luar Daerah
Sebanyak 22 kelompok berasal dari Ciamis, sedangkan 9 lainnya merupakan tamu undangan dari luar kabupaten, di antaranya:
-
Genye dari Kabupaten Purwakarta
-
Dodombaan khas Kabupaten Garut
-
Genjring Kreasi dari Kabupaten Kuningan
-
Perwakilan dari Kota Banjar dan komunitas seni pelajar
Partisipasi mereka menunjukkan eratnya hubungan budaya antardaerah serta semangat gotong royong dalam melestarikan warisan bangsa.
Plt. Kepala Dinas Budpora Kabupaten Ciamis menyatakan bahwa Galuh Ethnic Carnival merupakan momen untuk mempertemukan tradisi budaya lokal dengan inovasi seni kontemporer. Acara ini juga menjadi ajang promosi potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif Ciamis ke tingkat regional dan nasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi sebuah strategi pembangunan kebudayaan jangka panjang yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain menumbuhkan semangat pelestarian budaya, GEC juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Puluhan pelaku UMKM diberi ruang untuk memamerkan produk khas Ciamis seperti makanan tradisional, kerajinan tangan, dan produk fashion etnik.
Acara ini menjadi wadah interaksi budaya yang turut menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif berbasis lokal. Banyak pelajar, seniman muda, dan komunitas kreatif juga ikut andil dalam menyukseskan acara ini, menjadikannya sebagai laboratorium kebudayaan terbuka bagi generasi muda.
Dengan kemeriahan yang berlangsung dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Galuh Ethnic Carnival 2025 berhasil menjadi simbol kekayaan budaya dan identitas daerah. Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, acara ini adalah refleksi dari semangat masyarakat Ciamis dalam merawat akar budaya sambil menatap masa depan yang kreatif dan inklusif.










