Pangandaran, Kabarniaga.com – MCN Group terus menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial. Salah satu wujudnya adalah pendirian Yayasan Majelis Cinta Nabi (YMCN), sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menggabungkan aspek spiritual, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga kepedulian lingkungan.
Yayasan Majelis Cinta Nabi lahir dari gagasan tiga tokoh asal Ciamis, yaitu Bapak Iman, Bapak Heryadi, dan Bapak Hendi, yang memiliki semangat tulus untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Inspirasi pendirian yayasan ini bermula saat mereka berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon. Di sana, mereka menerima amanat dari Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, yang mengingatkan pesan Sunan Gunung Jati: “Ingsun titip tajug lan fakir miskin” (Saya titipkan masjid dan fakir miskin). Pesan penuh makna inilah yang kemudian menjadi ruh utama dalam pembentukan YMCN.
Jejak Sejarah dan Filosofi Pendirian
Yayasan Majelis Cinta Nabi berdiri di atas lahan seluas 11 x 22 meter di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Lokasi ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena di tempat tersebut terdapat Maqom Eyang Raksa Manggala, yang menambah dimensi spiritual dan budaya pada keberadaan yayasan ini.
Dengan filosofi “Cinta Nabi, Cinta Sesama, Mengalirkan Kebaikan, Meneruskan Perjuangan”, YMCN bukan sekadar lembaga sosial, melainkan sebuah gerakan yang menyatukan nilai agama, kearifan lokal, serta kepedulian terhadap sesama.
Program Sosial dan Kemanusiaan
Sebagai bagian dari CSR MCN Group, YMCN telah merancang sejumlah program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Di antaranya:
-
Penyaluran donasi, zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif sebagai bentuk dukungan nyata bagi kesejahteraan umat.
-
Santunan bagi anak yatim, piatu, dhuafa, dan masyarakat kurang mampu, agar mereka mendapatkan perhatian dan dukungan moral maupun material.
-
Pengembangan pendidikan melalui program beasiswa serta lembaga pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM.
-
Layanan kesehatan berupa kampanye hidup sehat dan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.
-
Gerakan peduli lingkungan, termasuk penghijauan, konservasi alam, dan edukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Program-program tersebut bukan hanya kegiatan jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
Nilai-Nilai yang Dijunjung Tinggi
Dalam setiap aktivitasnya, Yayasan Majelis Cinta Nabi menjunjung lima nilai utama yang menjadi pondasi seluruh kegiatan, yaitu:
-
Cinta – menebarkan kasih sayang tanpa batas kepada sesama.
-
Integritas – menjunjung tinggi kejujuran dan konsistensi dalam menjalankan amanah.
-
Nurani – mengedepankan kepedulian hati terhadap penderitaan orang lain.
-
Tanggung jawab – memastikan setiap program terlaksana dengan baik dan memberi manfaat nyata.
-
Amanah – menjaga kepercayaan masyarakat dan donatur dengan penuh tanggung jawab.
Sinergi Korporasi dan Masyarakat
Melalui CSR ini, MCN Group berupaya menunjukkan bahwa perusahaan bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki kewajiban moral untuk berkontribusi. Sinergi antara perusahaan dan masyarakat inilah yang menjadi kunci keberlanjutan.
CEO MCN Group A. Heryadi menegaskan bahwa pendirian Yayasan Majelis Cinta Nabi adalah bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat lebih luas. “Kami percaya, keberhasilan perusahaan harus sejalan dengan kontribusi bagi masyarakat. Dengan hadirnya YMCN, kami berharap nilai kebaikan dan kepedulian ini bisa terus mengalir dan dirasakan generasi mendatang,” ujarnya.
Penutup
Yayasan Majelis Cinta Nabi menjadi contoh bagaimana sebuah program CSR dapat dikemas bukan hanya sebatas bantuan sosial, tetapi juga sebagai gerakan spiritual dan budaya yang memperkuat identitas bangsa. Melalui yayasan ini, MCN Group meneguhkan posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan, bukan hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungan.











